Apa Rasa Suka Itu Boleh Ke Semua Org???
Boleh Gak Sih Menyukai Adik Sepu2???
Ingin Melawan Rasa Suka Ini Tetapi Sulit..
Ya Allah SWT Berilah Aku Petunjuk…
Apa yang harus kulakukan??
Semakin Aku Berusaha Untuk Melupakan dan Menghilangkan Rasa SukaKu..
Semakin Besar Pula Rasa Kangenku Kepadanya…
Apakah Ini Hanya Perasaan Sesaat Saja Karena Rasa Kesepianku…
Apakah Aku Sudah Gila???
Bertahun-tahun gak menjamin sebuah kebahagiaan..
Assallamuallaikum Wr, Wb…
Nulis lagi nih..). Ada sebuah pertanyaan mendasar sebelum memulai topik ini?? APAKAH WANITA-PRIA PERLU PACARAN sebelum menempuh pernikahan?? Mungkin setiap orang berbeda-beda jawabannya karena tergantung diri kita masing-masing. Kalau ditanya ke wanita muslimah yang tertutup dari atas sampai bawah pasti menjawab TIDAK PERLU, alasannya cukup gampang karena PACARAN akan membuat dosa kita bertambah. Kenapa??itupun bermacam-macam alasannya. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah media untuk bermaksiat, mubazir waktu, dan lain-lain. Okelah cukup sekian dulu polemik tentang PACARAN, tergantung kita menyikapinya masing-masing..:)
Sekarang aku mau cerita tentang judul diatas, menurut aku pacaran itu perlu tetapi jangan terlalu lama, kalau memang yakin dan cocok segeralah Menikah karena pacaran tersebut tidak menjamin bahwa pihak yang berpacaran bahagia atau menikah. Jujur dulu aku pernah mengalami pacaran yang bertahun-tahun lebih kurang 6 tahun dan akhirnya gak jelas dan bisa dibilang putus. Duh tragis bgt, yang memisahkan kita hanya karena jarak atau LONG DISTANCE, Si Wanita tidak bisa pacaran jarak jauh apakah itu cuma alasan saja akupun gak tau, hanya Tuhanlah yang tau. Selain gak menjamin kebahagiaan juga bisa menyebabkan hubungan silaturahmi yang terputus karena sama-sama merasa gak enak atau mungkin dirugikan. Kalau dari aku sendiri, aku selalu ingin berusaha utk bersilaturahmi, prinsipnya kita bisa berteman walaupun sedikit perih di hati ini.
Jujur, pertama-tama memang sakit bgt tapi lama-kelamaan udah gak lagi mungkin karena prinsip aku yang gak mau terus berlarut-larut, aku harus bangkit dan menjalani hidup ini kembali. Masih banyak target yang harus aku raih untuk menjalani kehidupan ini. Sekarang aku udah gak mikirin hubungan aku dengan si dia, mungkin ini jalan yang diberi oleh Tuhan, mungkin jalan seperti ini yang terbaik bagi kita. Apalagi semenjak pulang dari kampung Papa, aku baru tau ternyata masih banyak masalah penting yang harus dipikirkan daripada berlarut-larut memikirkan suatu masalah yang tidak jelas. Kampung Papa memberi sebuah kebahagiaan bagi aku..
Jadi kesimpulannya berusahalah untuk menjadi diri kita sendiri. Menurut aku, sebaiknya kita jangan menjalin hubungan pacaran terlalu lama, kalau memang cocok dan merasa yakin segeralah menikah..
. Bagi Perempuan atau Wanita, kalau si Pria atau laki-laki belum mempunyai niat sedikitpun atau kepastian untuk menikah segera sudahi hubungan ini. Lebih baik berteman dari Pacaran..
. Terimakasih..
8 tahun akhirnya ketemu juga…
Bismillahirrahmanirrahiim..
Udah lama gak nulis akhirnya nulis kembali. Sebelum memulai ke topik utama aku mau ceritaiin dulu kenapa hal ini bisa terjadi. Pada akhir tahun 2002 orang tuaku cerai, ketika itu aku masih duduk di bangku SMU. Mama dan papa ambil keputusan ini mungkin mereka dianggap ini keputusan yang terbaik untuk mengatasi masalah mereka. Mama pergi ke Ternate, Maluku Utara dengan membawa adik perempuanku Rika, sedangkan Papa sendiri sering pulang balik Padang Pekanbaru. Akupun memutuskan untuk tidak ikut siapa-siapa dan memilih kuliah di Yogyakarta. Awal Agustus 2003 aku ke Yogya dianterin Nenek, semenjak itulah aku gak pernah ketemu Papa lagi. Setiap ada waktu pulang, aku selalu pulang ke tempat Mama. Akhirnya nasibpun mempertemukan aku dan Papa kembali, gak taw entah kenapa aku bisa kerja di Tanjungpinang pada awal Februari 2010. Tanjungpinang adalah ibukota Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan pemekaran dari Provinsi Riau Daratan. Tanjungpinang dan Pekanbaru cukup dekat dan sangat dekat kalau kita naik pesawat udara. Sekian dulu ya cerita pembukaannya. Sekarang kita masuk ke Topik Utama.
Kamis, 10 Maret 2011 aku memutuskan untuk bertemu Papa di Sungai Pagar, Kab. Kampar, Prov. Riau. Jam 3 Sore aku sampai di kota Pekanbaru. Papa langsung jemput aku dengan mobil anak etek Yanti, Vini. Setelah itu kita langsung ke rumah etek Yanti, di rumah etek Yanti aku ketemu ma Nenek, Etek, dan adik sepupuku yang udah besar dan manis
. Kira-kira 1 Jam an aku dan Papaku dirumah etek, setelah itu kira-kira jam 16.30an aku dan Papa pulang ke rumah Bu’ Tami dengan mengendarai motor.. Oh ya Bu’ Tami adalah Istri Papa atau Ibu tiriku. Jujur, aku sangat sedih melihat kehidupan Papaku. Papa kurus dan hitam, kasian melihat kehidupan Papa sekarang. kesibukan Papa sekarang adalah mengelola kebun sawit milik Bu’ Tami Istri Papa. Aku sebagai seorang anak pasti ingin sekali membahagiakan Orangtuaku tapi untuk saat sekarang ini hanya cara ini yang dapat kulakukan untuk membahagiakan Papaku. Aku tidur di rumah Papa 2 malam, aku cukup senang tinggal disana. Ibu Tami orangnya ramah dan baik, oh ya Papa dan Bu’ Tami punya seorang anak yang bernama Fitri, yang diangkat Bu’ Tami waktu berumur 2 bulan. Sekarang umur Fitri 1 tahun 6 bulan, Fitri sangat lucu dan ngegemasin. Papa sangat senang bertemu dengan aku karena kita udh gak ketemu selama 8 tahun,cukup lama. Waktu aku disana, Papa membawa aku keliling kampung dan melihat-lihat kebun sawit. Setelah dua malam,a khirnya pada malam Minggu aku memutuskan untuk tidak tidur di rumah Papa karena Minggu pagi aku balik ke Tanjungpinang. Aku memutuskan untuk tidur di rumah etek Yanti karena rumah etek dekat dengan bandara. Oh ya jarak rumah Papa dan bandara kira 45 menit kalau naik motor dan waktu itu cuaca di Prov. Riau pun nggak jelas, panas tiba-tiba hujan. Di rumah etek ketemu lagi ma Nenek, tentu saja etek, Bapak (suami etek), dan si Manis he4x..:). Malam Minggunya ak sempat melihat sebentar suasana kota Pekanbaru di malam hari, adik sepu2ku baik hati bersedia menemani aku jalan waktu itu. Kita pergi makan, cari oleh2, dan ketemu teman karibku waktu kuliah.
Akhirnya sampai juga pada perpisahan, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hari Minggu Jam 13.30 aku kembali meninggalkan Papa dan seluruh keluarga papa. 4 hari yang berkesan bagiku. Semoga ini bukan menjadi yang terakhir. Amiiin. Sedikit pesan bagi yang sudah berkeluarga, cobalah pertahankan kerukunan dan keharmonisan keluarganya, sesulitpun masalah yang dihadapi harus tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan keluarga. Jangan sampai kata-kata Cerai muncul, karena akan banyak menimbulkan efek dan akibatnya terutama bagi Anak..
. Terimakasih..
-
Arsip
- April 2011 (1)
- Maret 2011 (4)
- November 2009 (1)
- Juni 2009 (2)
- November 2008 (5)
- Maret 2008 (5)
- Februari 2008 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


